Biografi Evan Dimas, Alami Masa Kecil yang Susah

Persepak bolaan Indonesia tentunya sudah tidak asing dengan nama Evan Dimas. Biografi Evan Dimas Darmono pertama kali menjadi sorotan karena kemampuannya bermain di Timnas U-19 Indonesia pada tahun 2013 lalu. Tahun-tahun berikutnya namanya terus harum karena prestasi yang dia ukir di dalam maupun luar negeri.

Beberapa waktu lalu, pemain kelahiran 1995 ini dipanggil oleh pelatih Shin Tae-Yong untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-23 dalam Training Camp menuju SEA Games 2021. Untuk mengenal lebih dekat dengan Evan Dimas, berikut biografi Evan Dimas. Dijamin kisah masa kecilnya menginspirasi.

Masa Kecil Evan Dimas

Evan Dimas lahir di Surabaya tanggal 13 Maret 1995. Ia tinggal di kampung kecil yang kebanyakan mata pencaharian penduduknya adalah bercocok tanam. Meskipun demikian buah hati bapak Condro Darmono dan ibu Ana ini memiliki mimpi menjadi pemain sepak bola.

See also  Pencetak Gol Terbanyak Dunia, Siapa Saja?

Kehidupan perekonomiannya yang sulit membuat orang tua Evan Dimas bingung saat anak pertamanya ini meminta sepatu bola. Penghasilan ayahnya yang kala itu berasal dari menjual sayuran ke pasar membuat ia bingung harus mendapat tambahan dari mana. Namun demi anaknya ia akhirnya mampu mendapat uang tambahan.

Ibu Ana pergi ke pasar untuk membeli sepatu bola seharga Rp. 20 ribu. Evan yang baru berusia 9 tahun sangat senang meski pun sepatu itu kebesaran. Ia terpaksa menyumpal dengan kain agar bisa menggunakan sepatu itu. Sepatu Rp. 20 ribu itu pada akhirnya hanya bertahan tiga minggu saja.

Untuk berangkat latihan ibu Ana kerap kali meminjam motor dari tetangganya. Cibiran kadang juga ibu Ana dapatkan. Padahal bukan tak mau ia membelikan motor untuk Evan namun keadaan ekonomi yang menunda membelikan motor untuk Evan.

See also  Pemain Bola Ganteng Indonesia, Top Visual!

Kedua orang tua Evan Dimas sangat mendukung cita-citanya menjadi pemain sepak bola meskipun keadaan mereka sulit. Hal inilah yang selalu membuat dirinya berterimakasih kepada kedua orang tuanya dan selalu menjadikan orang tuanya adalah motivasi. Evan Dimas juga selalu menyebutkan peran orang tuanya saat wawancara.

Kegagalan Menjadi Motivasi

Biografi Evan Dimas menginformasikan sebelum ia sesukses sekarang kegagalan juga kerap ia alami. Evan Dimas mendapat panggilan pertama untuk seleksi Timnas Indonesia pada saat dirinya berusia 15 tahun. Namun pada seleksi Timnas U-15 ia tidak lolos. Kegagalan itu menjadi modal ia berlatih lebih keras untuk bisa lolos Timnas Indonesia diseleksi selanjutnya.

Meski sempat mendapatkan kegagalan lainnya kegigihan itu membuahkan hasil. Bahkan Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri menyebutkan bahwa pemain yang memiliki perjalanan karier paling inspiratif adalah Evan Dimas. Dikutip dari interview bersama kompas.com Indra Sjafri menceritakan bahwa pemain gelandang ini kerap gagal dalam seleksi diklat sepak bola, seleksi tim Primavera ke Uruguay dan beberapa seleksi lainnya.

See also  Profil Syahrian Abimanyu, Pesepakbola Idola Remaja

Indra Sjafri juga menyebutkan bahwa Evan Dimas juga hampir tak lolos di seleksi Timnas U-19 namun berkat kejelian dirinya Evan Dimas bisa membuktikan bahwa dirinya pantas. Dirinya juga masuk dalam deretan pemain bola Indonesia dengan harga tertinggi yakni 300 euro atau Rp. 4,8 miliyar. Kesuksesan Evan Dimas kini tentunya berkat perjuangannya yang selalu semangat menolak menyerah serta latihan keras bersama teman satu timnya.

Itulah sekilas biografi Evan Dimas sebelum sukses yang penuh suka duka. Kisahnya bisa menjadi inspirasi dan penyemangat untuk anak-anak calon pemain sepak bola tanah air. Evan Dimas berhasil membuktikan dirinya yang bukan siapa-siapa menjadikan dirinya mutiara milik Indonesia. 

You May Also Like

About the Author: Yuko Haruna